Odetiara's Blog

Just another WordPress.com site

Asal Mula Selat Bali

Asal Mula Selat Bali

Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran.

Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba dia mendengar suara, “Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau memberi sedikit hartanya.”

Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan. Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, dia duduk bersila. Sambil membunyikan genta dia membaca mantra dan memanggil nama Naga Besukih. Tidak lama kernudian sang Naga keluar. Setelah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan intan. Setelah mengucapkan terima kasih, Sidi Mantra mohon diri. Semua harta benda yang didapatnya diberikan kepada Manik Angkeran dengan harapan dia tidak akan berjudi lagi. Tentu saja tidak lama kemudian, harta itu habis untuk taruhan. Manik Angkeran sekali lagi minta bantuan ayahnya. Tentu saja Sidi Mantra menolak untuk membantu anakya.

Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung. Manik Angkeran tahu untuk sampai ke sana dia harus membaca mantra tetapi dia tidak pernah belajar mengenai doa dan mantra. Jadi, dia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur.

Setelah sampai di kawah Gunung Agung, Manik Angkeran membunyikan gentanya. Bukan main takutnya ia waktu ia melihat Naga Besukih. Setelah Naga mendengar maksud kedatangan Manik Angkeran, dia berkata, “Akan kuberikan harta yang kau minta, tetapi kamu harus berjanji untuk mengubah kelakuanmu. Jangan berjudi lagi. Ingatlah akan hukum karma.”

Manik Angkeran terpesona melihat emas, intan, dan permata di hadapannya. Tiba-tiba ada niat jahat yang timbul dalam hatinya. Karena ingin mendapat harta lebih banyak, dengan secepat kilat dipotongnya ekor Naga Besukih ketika Naga beputar kembali ke sarangnya. Manik Angkeran segera melarikan diri dan tidak terkejar oleh Naga. Tetapi karena kesaktian Naga itu, Manik Angkeran terbakar menjadi abu sewaktu jejaknya dijilat sang Naga.

Mendengar kematian anaknya, kesedihan hati Sidi Mantra tidak terkatakan. Segera dia mengunjungi Naga Besukih dan memohon supaya anaknya dihidupkan kembali. Naga menyanggupinya asal ekornya dapat kembali seperti sediakala. Dengan kesaktiannya, Sidi Mantra dapat memulihkan ekor Naga. Setelah Manik Angkeran dihidupkan, dia minta maaf dan berjanji akan menjadi orang baik. Sidi Mantra tahu bahwa anaknya sudah bertobat tetapi dia juga mengerti bahwa mereka tidak lagi dapat hidup bersama.

“Kamu harus mulai hidup baru tetapi tidak di sini,” katanya. Dalam sekejap mata dia lenyap. Di tempat dia berdiri timbul sebuah sumber air yang makin lama makin besar sehingga menjadi laut. Dengan tongkatnya, Sidi Mantra membuat garis yang mernisahkan dia dengan anaknya. Sekarang tempat itu menjadi selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali.

Sumber: www.seasite.niu.edu

Origin of the Bali Strait


In earlier times in the kingdom there lived a Brahmin who Daha benama Sidi Mantra very famous miracle. Sanghyang Widya or Guru presented him property and a beautiful wife. After years of marriage, they have a child who they named Manik Angkeran.
Although Manik Angkeran a handsome and clever young man but he has a bad character, ie like gambling. He often lost, so he had risked his parents’ property, even owe to others. Because they can not repay the debt, Manik Angkeran asking for help his father to do something. Sidi Mantra fasted and prayed for the request for help to the gods. Suddenly he heard a voice, “Hi, Sidi Mantra, in the crater of Mount Agung is a treasure that a dragon guarded the Dragon bernarna Besukih. Go there and ask that he wanted to give a little treasure. ”
Sidi Mantra went to Mount Agung to overcome all odds. Arriving at the edge of the crater of Mount Agung, he sat cross-legged. As he rang the bell he cast a spell and called the name of Naga Besukih. Not long kernudian the Dragon out. After hearing the purpose of his visit Sidi Mantra, Dragon Besukih writhing and scales out of gold and diamonds. After saying thank you, Sidi Mantra excused himself. All property that gets given to Manik Angkeran in the hope that he will not gamble anymore. Of course not long after, the treasure was gone for a bet. Manik Angkeran once again asked his father for help. Of course Sidi Mantra refused to help anakya.
Manik Angkeran heard from friends that the property was obtained from Mount Agung. Manik Angkeran know to get there she must cast a spell but he never learned about prayer and mantra. So, he just brought the bell which was stolen from his father when his father slept.
Having reached the crater of Mount Agung, Manik Angkeran gentanya ring. What a fright he was when he saw the Dragon Besukih. Having heard the purpose of his visit Manik Dragon Angkeran, he said, “I will give the property you wish for, but you must promise to change kelakuanmu. Do not gamble anymore. Remember the law of karma. ”
Manik Angkeran fascinated by gold, diamonds, and jewels in front of him. Suddenly there are evil intentions that arise in his heart. Wanting to get more treasure, with lightning speed when he cut the tail Dragon Dragon beputar Besukih back to the hive. Manik Angkeran fled immediately and not overtaken by the Dragons. But because the magic dragon, Manik Angkeran burned to ashes during the Dragon licked his tracks.
Hearing his son’s death, heartbreak Sidi Mantra unspeakable. Soon he was visiting the Dragon Besukih and begged that their child was revived. Dragon tail menyanggupinya origin can return to normal. With its miracle, Sidi Mantra can restore the Dragon tail. After Manik Angkeran turned on, he apologized and promised to be a good person. Sidi Mantra know that his son had repented, but he also understands that they are no longer able to live together.
“You have to start a new life but not here,” he said. In the blink of an eye he disappeared. In the place he stood arise a water source that grew so great that the sea. With the wand, Sidi Mantra makes the line mernisahkan him with his son. Now place it into a strait that separates the island of Java, Bali with Bali island.
Source: http://www.seasite.niu.edu

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: